Introduction How can we then construct a culturally pluralist theory of discourse? Further, once such a theory is adopted, how can we uphold the multicultural perspective and at the same

Bahasa dan kebudayaan tidak dapat dipisahkan karena bahasa merupakan salah satu wujud kebudayaan. Secara otomatis maka budaya juga tidak lepas dari wacana. Hubungan wacana dan kebudayaan saling mempengaruhi, terlebih wacana