Perkembangan sastra di Indonesia memang sudah dimulai sejak zaman dahulu, bahkan sekitar tahun 150 Masehi dari masa kerajaan Salakanegara. Hal ini dibuktikan dengan adanya tulisan dibatu dan pembuatan candi sebagai

Banyak yang mengatakan bahasa Kawi adalah bahasa jaman dahulu yang digunakan untuk berkomunikasi sehari-hari pada masyarakat Jawa. Hal ini memang benar, namun kurang tepat karena sejak dahulu masyarakat Jawa sudah

Kesusastraan sudah ada sejak zaman dahulu, saat Indonesia sendiri belum merdeka dan bahkan sebelum terbentuk menjadi sebuah negara. Perkembangan kesusastraan di Indonesia dapat dikelompokkan menjadi beberapa masa atau periodisasi. Berikut

Prosa merupakan karangan yang sifatnya berurai, kalimat-kalimatnya disusun dalam bentuk paragraf. Di Indonesia, prosa bisa dibedakan menjadi prosa baru dan prosa lama. Prosa baru merupakan prosa yang telah mendapatkan pengaruh

Prosa merupakan karangan yang tidak terikat oleh aturan-aturan tertentu, seperti pembaitan, pembarisan, rima, dan irama. Prosa dapat juga diartikan sebagai karangan yang bersifat berurai, yaitu yang disusun menjadi beberapa paragraf.

Mendapat julukan “Presiden Penyair Indonesia” merupakan salah satu bukti kuatnya pengaruh Sutardji Calzoum Bachri dalam dunia sastra puisi di Indonesia. Penyair kelahiran 24 Juni 1941 ini merupakan seorang doktor dari

Puisi sebagai salah satu karya sastra (Literary work) dibagi menjadi dua yakni puisi baru dan puisi lama. Puisi baru cenderugn lebih bebas dibanding puisi lama baik baik, suku kata, irama

Hamka atau Prof. Dr. Haji Abdul Malik Karim Amrullah, lahir di Agam, 17 Februari 1908 dan meninggal di Jakarta, 24 Juli 1981. Nama Hamka telah lama dikenal sebagai salah satu

Nama Sutan Takdir Alisjahbana masih menjadi nama besar di dunia sastra Indonesia. Sastrawan yang lahir di Natal, 11 Februari 1908 ini telah meninggal pada tahun 1994 lalu, namun karyanya menjadi